Category Archives: hikmah

Hasad (Iri)

Dalam jasad manusia ada segumpal daging yang apabila ia baik, maka seluruhnya akan baik. Begitu pula sebaliknya, apabila buruk maka akan buruk seluruhnya. Apakah segumpal daging itu? Mari kita simak hadits nabi berikut :

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Hati seperti ruangan yang harus selalu dibersihkan berkala agar tidak kotor dan berpenyakit. Bukankah berbeda ruangan yang senantiasa terjaga dan dibersihkan dengan ruangan yang dibiarkan terbuka serta tidak dirawat? Ruangan yang tidak terawat akan banyak sekali sampah bertebaran, kotoran, dan bau tidak sedap. Yang kemudian akan muncul hewan tak diundang seperti lalat, anjing, dan sebagainya. Begitu pun dengan hati, hati yang tidak dijaga dan senantiasa dibiarkan kotor akan memunculkan berbagai penyakit hati seperti hasad.

Apakah hasad itu? Secara singkat hasad bisa diibaratkan frase berikut:
“Susah melihat orang lain senang”
“Senang melihat orang lain susah”
Pernahkah kita terjebak dalam perasaan demikian terhadap saudara kita? Seperti perasaan Qabil yang hasad kepada Habil karena akan menikahi saudari perempuannya yang sangat cantik jelita, atau seperti syaitan yang hasad terhadap manusia karena diperintahkan untuk bersujud oleh Allah?. Umat manusia memang tidak akan selamat dari 3 penyakit, yakni; dzon (prasangka), tathayyur (menganggap sial karena sesuatu), dan hasad.  Continue reading
Advertisements

Menertawakan Diri Sendiri

Saya bukan ahli dalam ilmu bidang psikologi, saya juga tidak tahu banyak mengenai pola interaksi internal dalam diri masing-masing orang. Saya hanya ingin menuangkan sedikit ide, emm.. atau uneg-uneg ya namanya? Hehe, so this is only in my humble opinion. Jadi sekali lagi di skip saja jika tidak berkenan.

Suatu saat ketika anda terjatuh karena terpeleset di depan orang banyak, apa yang akan anda lakukan? marah-marah dan mengumpat, berdiri kembali untuk kemudian berjalan seperti tidak terjadi apa-apa, atau ikut senyum-senyum sementara banyak mata memerhatikan dan menertawakan anda?. Kelihatannya ada diantara anda yang memilih pilihan terakhir, walaupun mungkin anda pernah mencoba semua kemungkinan tersebut. Ya, itu artinya sedikit banyak anda juga berusaha ‘mementingkan’ pendapat orang lain (dalam hal ini, tertawaan dan ejekan mereka). Banyak motivasi yang membuat anda memilih pilihan tersebut, bisa jadi ada perasaan malu atau agar anda terlihat baik-baik saja dihadapan mereka. Dengan melakukan pilihan terakhir ini anda mungkin akan berpikir bahwa orang-orang tersebut tidaklah perlu tahu kesakitan yang anda alami dan tertawa bersama mereka adalah jalan agar mereka tidak membicarakan dan mencela anda lebih lanjut. Sikap ini sangat menguntungkan anda, karena anda hanya akan malu pada saat tersebut tanpa meninggalkan kesan jelek di mata mereka. Dan tentunya anda tidak perlu membawa malu tersebut sampai ke dalam rumah. Ya, karena telah anda habiskan ketika tertawa bersama mereka dikarenakan kecerobohan anda sendiri. Continue reading

Tagged ,

MENGINGAT #KEBAIKANSUAMI OLEH @UMMUFATIH88

Rasulullah menyampaikan bahwa kebanyakan penduduk neraka adalah wanita yg lalai dari mengingat #kebaikanSuami

Jika melihat sedikit kekurangan pd suaminya mereka berkata: aku tdk pernah melihat sedikitpun kebaikan darimuSeakan #kebaikanSuami menguap ketika bertengkar atau berselisih paham. Bahkan sampai berani mencaci/memaki suami

Tidak sedikit juga yg mengklaim bahwa kenikmatan “terpenuhinya kebutuhan” bisa didapatkan sendiri tanpa #kebaikanSuami Continue reading

Suami, Kunci Sukses Anak Cemerlang

20121206_113403

Mursalat, Riyadh 2012

Beberapa hari yang lalu saya sangat tersentuh dengan tulisan Muhammad Fauzil Adhim “Ibu untuk Anak Kita”. Di sana memaparkan beberapa “real” kondisi seorang suami yang menjadi kunci bahagia istri sehingga kebahagiaan tersebut bertransformasi menjadi energi kasih sayang yang berlimpah ruah untuk menghadapi anak-anak sepanjang hari. Betul, dibalik kesuksesan laki-laki, pasti tidak terlepas dari kehebatan peran seorang wanita. Lalu buat apa kita mengkritisi peran suami dalam mendidik anak? Toh, wanita sudah luar biasa dan bahkan banyak yang rumah tangga berantakan tetapi anak-anak mereka tetap hebat dan berprestasi. Continue reading

Tagged , ,