Category Archives: ceritaku

Our Cold and Long Journey

Perjalanan ke masjid nabawi kali ini agak berbeda dari biasanya. Beberapa hari sebelumnya ada tugas halaqah untuk merangkum tanda-tanda kenabian nabi Muhammad. Dari ulasan video yang disampaikan seorang ustadz melalui youtube, saya begitu terpesona dengan cerita-cerita yang dialamai Nabi Muhammad sebelum wahyu turun. Sehingga ketika menginjakkan kaki di raudhah benar-benar terasa sekali “feel”nya. Selain itu kami juga begitu menikmati perjalanan. Continue reading

Tagged , , ,

Pendafataran Daar Adh Dhikr

Setelah satu tahun berniat untuk mendaftar di Dar Adh Dhikr, Alhamdulillah Ahad kemarin berhasil daftar juga. Dar ini semacam kelas dengan short course sekitar 4 bulan disetiap levelnya. Karena suami habis masuk malam ketika pagi sampai rumah kami langsung bersiap-siap menuju Dar untuk mendaftarkan saya juga anak-anak. Jadi selain ibunya belajar, anaknya pun juga belajar. Di Dar Adh Dhikr kami akan belajar arabic, pelajaran islam, dan tahfiz qur’an. Dar Adh Dhikr ini merupakan lembaga nonprofit yang diperuntukan untuk muslimah non-arab yang ingin belajar bahasa arab. Semua uang pendaftaran akan masuk menjadi shadaqah kita yang bernilai pahala, inshaAllah. Jadi bukan untuk lembaga Dar itu sendiri. Untuk dewasa biayanya 200 SAR (kurs 1 SAR = 3700) dan untuk anak-anak biayanya sebesar 300 untuk class, 200 untuk nursery bagi anak-anak yang masih bayi ataupun batita yang masih mengenakan diaper. Jika sudah tidak mengenakan diaper maka anak akan masuk kelas untuk belajar seperti play group.

Continue reading

Tagged

I’m Back

Akhirnya setelah sekian lama tidak mengunjungi “rumah ini” saya memutuskan untuk meneruskan nge-blog disini setelah sebelumnya menggunakan blogspot dan lama sekali vacum dari menulis. ceileh, kaya penulis aja. Maksudnya, nyorat nyoret layar maya ini dengan kata-kata yang ada di hati dan kepala. Ga serius-serius amat sih, yah intinya saya bisa menuangkan apa yang ingin saya bicarakan. Ok then, i’ll say thank you so much buat yang udah mampir dan memberikan komentar. There’s so much mean for me. Karena saya senang sekali mengenal banyak orang dan menjalin persaudaraan dan ukhuwah.

Alhamdulillah ‘ala kulli hal semoga blog ini memudahkan saya untuk mencatat ilmu dan menjadi sarana untuk menebar kebaikan dan hikmah, terutama sebagai sarana mengingatkan diri sendiri. Dan bukan menjadi hal yang melalaikan. Ya Allah bimbinglah kami..

Musim dingin kedua di tanah rantau

Hmmm.. Mulai masuk musim dingin gini biasanya malam jadi panjaaaang sekali rasanya, masak udah, mau ngerjain yg lain ga hobi tuh..haha, alias males. Yaudah, cerita aja ya.. :p

Malam lebih panjang karena waktu maghrib datang lebih awal dan shubuh hadir lebih lambat. Ketika musim panas, shubuh sudah datang jam 3 pagi lebih dan maghrib baru tiba pukul 7 malam. Namun di musim dingin, shubuh bisa-bisa baru mulai datang jam 5 pagi lebih dan maghrib sudah masuk sekitar jam 5 petang. Cocok sekali buat ganti puasa. Hihihi. Tapi bagaimanapun qadha puasa harus disegerakan ya kalau tidak ada halangan seperti saya yg sedang menyusui. Continue reading

Tagged

Cheers :’)

Cheers :')

Hampir tiap malam bocah-bocah ini main dirumah sampai jam 11 malam. We’ll miss this moment when they have to go to school after this holiday.

Akhirnya anak-anak Mesir itu main ke rumah

Fiuhhhh.. cerita “Malam yang Berat untuk Fatih” pada post sebelumnya nampaknya terbayarkan. Liburan sekolah summer kali ini memang membawa manfaat bagi buah hati kami :). Tetangga kami satu lantai apartemen adalah dua keluarga Mesir yang memiliki masing-masing tiga dan dua anak. Sore-sore menjelang maghrib sering terdengar riuh suara mereka dari dalam ruangan. Benar ketika saya intip dari lubang pintu, ternyata mereka sedang berkumpul dan bermain di pelataran. Langsung saja saya bawa Fatih dan Fathia untuk keluar dan bermain bersama mereka. Dengan bahasa seadanya (ya..ya..saya akui karena saya ga bisa berbahasa Arab) saya memulai pembicaraan dengan bahasa Inggris, syukur… Alhamdulillah mereka yang sudah memasuki usia sekolah mengerti apa yang saya maksud (maklum, Bahasa Inggris saya juga seadanya, hehe). Tidak lama bermain di luar saya ajak mereka untuk bermain di dalam rumah. Mereka sangat excited, ya namanya juga anak-anak pasti suka kalau banyak mainan apalagi rumah yang sangat allowed untuk diberantakin. Saya pasrah deh kalau suami pulang masih berantakan pasalnya sudah menjelang maghrib kala itu. Alhamdulillah suami bukan tipe yang mengharuskan rumah untuk rapi dan kadang-kadang si mas juga ikut bantu beres-beres. Continue reading

Tagged

Malam yang Berat untuk Fatih :D

Weekend ini, sepulang dari berbelanja untuk kebutuhan pengajian pekanan kami mendengar suara gaduh anak-anak tetangga yang sedang bermain di lorong apartemen. Tidak biasanya mereka sudah selarut itu masih di luar, kira-kira pukul 11 malam lebih. Singkat cerita, Fatih sangat bersemangat hingga sedikit berlari menaiki tangga untuk menemui anak-anak tersebut sambil berucap “teman..teman..”. Ternyata ketika sudah sampai diatas, anak-anak tetangga kami yang berjumlah 3 orang (2 balita dan 1 gadis kecil usia SD) sudah akan memasuki pintu rumahnya yang letaknya tepat di depan pintu rumah kami.

Mereka tidak langsung menutup pintu tetapi membiarkannya terbuka sambil bercanda dan sesekali melihat Fatih yang berdiri didepan pintu mereka. Seolah memberikan isyarat untuk bermain bersama dan memberikan Fatih kesempatan untuk masuk kedalam rumah mereka. Saya, suami, dan adiknya Fatih dalam gendongan masih berdiri di depan pintu dan tidak segera masuk ke dalam rumah kami dengan maksud memberikan Fatih kesempatan bersosialisasi. Kemudian karena menangkap isyarat tersebut kami membolehkan Fatih untuk memasuki rumah mereka, tetapi naas ketika Fatih melangkahkan kakinya sampai benar-benar dekat dengan pintu mereka ternyata pintunya ditutup. “Gubraaak..” Continue reading

Tagged ,

Suami, Kunci Sukses Anak Cemerlang

20121206_113403

Mursalat, Riyadh 2012

Beberapa hari yang lalu saya sangat tersentuh dengan tulisan Muhammad Fauzil Adhim “Ibu untuk Anak Kita”. Di sana memaparkan beberapa “real” kondisi seorang suami yang menjadi kunci bahagia istri sehingga kebahagiaan tersebut bertransformasi menjadi energi kasih sayang yang berlimpah ruah untuk menghadapi anak-anak sepanjang hari. Betul, dibalik kesuksesan laki-laki, pasti tidak terlepas dari kehebatan peran seorang wanita. Lalu buat apa kita mengkritisi peran suami dalam mendidik anak? Toh, wanita sudah luar biasa dan bahkan banyak yang rumah tangga berantakan tetapi anak-anak mereka tetap hebat dan berprestasi. Continue reading

Tagged , ,