Menertawakan Diri Sendiri

Saya bukan ahli dalam ilmu bidang psikologi, saya juga tidak tahu banyak mengenai pola interaksi internal dalam diri masing-masing orang. Saya hanya ingin menuangkan sedikit ide, emm.. atau uneg-uneg ya namanya? Hehe, so this is only in my humble opinion. Jadi sekali lagi di skip saja jika tidak berkenan.

Suatu saat ketika anda terjatuh karena terpeleset di depan orang banyak, apa yang akan anda lakukan? marah-marah dan mengumpat, berdiri kembali untuk kemudian berjalan seperti tidak terjadi apa-apa, atau ikut senyum-senyum sementara banyak mata memerhatikan dan menertawakan anda?. Kelihatannya ada diantara anda yang memilih pilihan terakhir, walaupun mungkin anda pernah mencoba semua kemungkinan tersebut. Ya, itu artinya sedikit banyak anda juga berusaha ‘mementingkan’ pendapat orang lain (dalam hal ini, tertawaan dan ejekan mereka). Banyak motivasi yang membuat anda memilih pilihan tersebut, bisa jadi ada perasaan malu atau agar anda terlihat baik-baik saja dihadapan mereka. Dengan melakukan pilihan terakhir ini anda mungkin akan berpikir bahwa orang-orang tersebut tidaklah perlu tahu kesakitan yang anda alami dan tertawa bersama mereka adalah jalan agar mereka tidak membicarakan dan mencela anda lebih lanjut. Sikap ini sangat menguntungkan anda, karena anda hanya akan malu pada saat tersebut tanpa meninggalkan kesan jelek di mata mereka. Dan tentunya anda tidak perlu membawa malu tersebut sampai ke dalam rumah. Ya, karena telah anda habiskan ketika tertawa bersama mereka dikarenakan kecerobohan anda sendiri.

Pilihan kedua nampaknya tidak se-ekstrim pilihan pertama dan terakhir. Ketika anda bangkit dan kemudian berjalan seperti tidak terjadi apa-apa. Mungkin, orang-orang akan menertawakan dan sedikit membicarakan anda. Sedikit rasa malu harus anda bawa sampai rumah ketika anda tidak sengaja berpikir dan penasaran dengan apa yang orang bicarakan tentang anda tadi. Kemudian bagaimana jika anda memilih pilihan yang pertama? Orang-orang mungkin akan segan dengan anda saat itu (ya, hanya pada saat itu) karena kemungkinan mereka akan menoleh saling bertatapan dan mencibir anda dalam hati dan dilanjutkan setelah anda pergi dengan mencibir secara terang-terangan. Puaslah hati anda saat itu karena tidak ada yang berani menertawakan diri anda. Tetapi sekali lagi, ini hanya mereka lakukan di depan anda, tidak dibelakang anda. Mungkin di belakang anda mereka sibuk membicarakan sikap yang anda pilih. Dan sayangnya belum tentu mereka membicarakan anda kemudian, dan sementara dipikiran anda terlanjur muncul prasangka bahwa mereka telah membicarakan sikap anda. Kemudian, walaupun tanpa tahu cibiran orang-orang yang belum tentu menjelek-jelekan anda itu, anda mulai berpikir ketika sampai di rumah. Mulailah timbul rasa malu dan menyesali apa yang telah anda perbuat. Karena begitu tidak dewasanya anda marah-marah terhadap kecerobohan yang anda buat sendiri. Terlebih telah berburuk sangka terhadap orang-orang di sekitar anda yang belum tentu membicarakan sikap anda tersebut. Mulailah anda menertawakan diri anda di kemudian hari dan menyesali sikap yang anda ambil. Sambil berpikir jika saja anda memilih pilihan pertama atau kedua sehingga tidak terbentuk opini orang lain yang tidak anda harapkan. Ya, walaupun orang-orang yang melihat anda tersebut tidak mengenali anda begitu juga sebaliknya, tetapi tiba-tiba muncul rasa ingin memperbaiki sikap anda jika dihadapkan pada hal yang sama. Inilah fitrah, berarti anda telah berpikir mana jalan yang seharusnya dan mana yang bukan. Menertawakan diri itu penting, agar ketika anda pada posisi yang berulang, anda akan mengambil tindakan yang lebih bijaksana dan dewasa.

#NoteToMySelf

Advertisements
Tagged ,

2 thoughts on “Menertawakan Diri Sendiri

  1. kinzihana says:

    bantak pelajaran dari tulisan ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: