Malam yang Berat untuk Fatih :D

Weekend ini, sepulang dari berbelanja untuk kebutuhan pengajian pekanan kami mendengar suara gaduh anak-anak tetangga yang sedang bermain di lorong apartemen. Tidak biasanya mereka sudah selarut itu masih di luar, kira-kira pukul 11 malam lebih. Singkat cerita, Fatih sangat bersemangat hingga sedikit berlari menaiki tangga untuk menemui anak-anak tersebut sambil berucap “teman..teman..”. Ternyata ketika sudah sampai diatas, anak-anak tetangga kami yang berjumlah 3 orang (2 balita dan 1 gadis kecil usia SD) sudah akan memasuki pintu rumahnya yang letaknya tepat di depan pintu rumah kami.

Mereka tidak langsung menutup pintu tetapi membiarkannya terbuka sambil bercanda dan sesekali melihat Fatih yang berdiri didepan pintu mereka. Seolah memberikan isyarat untuk bermain bersama dan memberikan Fatih kesempatan untuk masuk kedalam rumah mereka. Saya, suami, dan adiknya Fatih dalam gendongan masih berdiri di depan pintu dan tidak segera masuk ke dalam rumah kami dengan maksud memberikan Fatih kesempatan bersosialisasi. Kemudian karena menangkap isyarat tersebut kami membolehkan Fatih untuk memasuki rumah mereka, tetapi naas ketika Fatih melangkahkan kakinya sampai benar-benar dekat dengan pintu mereka ternyata pintunya ditutup. “Gubraaak..”

Bisa ditebak, Fatih langsung tantrum saat itu juga, menangis dan membanting diri serta tiduran di lorong apartemen. Huwaaaaaa… kasian sekali ya. Mungkin anak-anak Mesir tersebut tidak mengerti pembicaraan kami, jadilah mereka menutup pintu karena memang sudah larut malam itu. Fatih yang sedang menikmati “play in peer group” harus dikecewakan karena tidak setiap hari dia bisa bertemu teman sebaya. Kendala bahasa juga mungkin menjadi penyebab terhambatnya sosialisasi dan lokasi tempat tinggal kami yang tidak berdekatan dengan komunitas Indonesia menjadi tantangan tersendiri agar Fatih bisa tetap memiliki kemampuan interaksi dan sosialisasi dengan teman sebaya.

Emmm.. sedihnya Fatih malam itu “tenang nak, abi juga sedih Fatih digituin” Abi menghibur Fatih. Tapi saya jadi tambah cekikikan dengar abinya bilang seperti itu *plak* hehehe. Semoga Fatih tidak kecewa mengalami hal seperti itu, karena belakangan ini dia sedang sangat bersemangat menjalin hubungan pertemanan. Nampak ketika kami berkumpul dalam komunitas Indonesia, ia sudah bisa bermain bersama, berbagi makanan, dan meninjamkan mainannya. Atau berani bersalaman ketika bertemu dengan anak sebayanya di pusat perbelanjaan. By the way, ini bukan kali pertama Fatih “dicuekin” pernah suatu waktu ke baqala (seperti warung) Fatih bertemu dengan anak seusianya, saya sampaikan “kakak, temannya ajak kenalan..salaman ya”. Ketika Fatih menyodorkan tangannya, anak itu kabur berlari. Saya buru-buru mengalihkan perhatiannya agar tidak kecewa dan bersegera berjalan menuju rumah. Mungkin nanti seiring berjalannya waktu mereka akan bisa bermain bersama setiap hari dan saling berkunjung. InsyaAllah.

Advertisements
Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: